Akronim dalam Bahasa Indonesia

Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.

a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Misalnya:
ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
LAN (Lembaga Administrasi Negara)
PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia)
IKIP (Institut Keguruan Ilmu Pendidikan)
SIM (surat izin mengemudi)

b. Akronim nama diri berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari kata ditulis dengan huruf awal atau huruf kapital.
Misalnya:
Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)
Bapenas (Badan Perencana Pembangunan Nasional)
Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia)
Kowani (Kongres Wanita Indonesia)
Sespa (Sekolah Staf Pimpinan Administrasi)

Lanjut membaca

Penggunaan tanda baca yang benar (bagian 2)

Berikut ini merupakan lanjutan dari penggunaan tanda baca yang benar dalam Bahasa Indonesia yang telah dibahas sebelumnya.

5. Tanda petik (“…”) digunakan antara lain untuk
a. petikan dari pembicaraan atau bahan tertulis lain
contoh: Ia berkata, “Saya akan datang.”

b. mengapit judul syair, bab, lagu, karangan
contoh: Lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan bersama.

c. mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal
contoh: Pekerjaan itu dilakukan dengan cara “coba dan ralat” saja.

d. mengapit kata atau ungkapan dengan arti khusus
contoh: Bang Ali sering disebut “pahlawan” walaupun ia sendiri tidak tahu sebabnya.

6. Tanda titik koma (;) digunakan antara lain untuk

a. memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara
contoh: Malam makin larut; pekerjaaan belum selesai.

b. Mengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik menghafal nam-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. Lanjut membaca

Penggunaan singkatan dalam Bahasa Indonesia

Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.

a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik.
Misalnya:
A.S. Hikam
Muh. Yamin
Sujarwo Hs.
Sukirman S.A.
M.B.A. (master of business administration)
M.Sc. (master of science)
S.E. (sarjana ekonomi)
S.S. (sarjana sastra)
S.Pd. (sarjan pendidikan)
S.Hut. (sarjana kehutanan)
Bpk. (bapak)
Sdr. (saudara)
Kol. (Kolonel)

b. Singkatan nama resmi lembaga pmerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf kata ditulis dengan huruf kapital dan diikuti tanda titik.
Misalnya:
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
MPR (Majlis Permusyawaratan Rakyat)
GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara)
SLTP (sekolah lanjutan tingkat pertama)
PT (perseroan terbatas)
KTP (kartu tanda penduduk)
Lanjut membaca

Kata baku dan kata tidak baku (bagian 2)

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang beberapa kata baku. Berikut ini disajikan beberapa kata tidak baku menurut kaedah Bahasa Indonesia.

Tidak Baku

apotik
atlit
atmosfir
aktip
aktifitas
azas
azasi
analisa
ambulan
angauta
balan
difinisi
depo
differensial
eksport
ekwivalen
esei
formil
Pebruari
philologi
phisik
photo
frekwensi
Lanjut membaca

Penggunaan tanda baca yang benar (bagian 1)

Tanda baca dalam berbahasa terutama tulisan sangatlah penting. Apalagi dalam bahasa Indonesia, sering terjadi kesalahan penggunaan tanda baca dalam kehidupan sehari-hari. Kesalahan penggunaan tadi mengakibatkan masyarakat, teruatama siswa sekolah, menjadi bingung dan tetap melakukan kesalahan yang sama.

Berikut ini penggunaan beberapa tanda baca yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Tanda koma ( , ) digunakan untuk

a. Rincian
_______, _______, _______, dan _______.
b. Anak kalimat, induk kalimat.

c. _______, tetapi _______.
_______, melainkan _______.

d. Kesimpulan
Dengan demikian, _______
Oleh karena itu, _______

e. Aposisi
Tini, istriku, sangat marah.

f. _______, misalnya, _______

2. Tanda titik ( . ) digunakan antara lain untuk

a. memisahkan angka jam, menit, dan detik
contoh: Peristiwa itu terjadi pada pukul 01.24.20.

b. memisahkan bilangan ribuan dan kelipatannya
contoh: Desa itu berpenduduk 23.400 orang.

c. akhir kalimat berita
contoh: Marilah kita mengheningkan cipta.
Lanjut membaca

Kata baku dan kata tidak baku (bagian 1)

Kata baku adalah kata yang mengikuti kaidah yang telah ditentukan. Sebaliknya, kata yang tidak mengikuti kaidah, disebut kata tidak baku.

Berikut ini disajikan daftar kata baku dan tidak baku.

Baku

apotek
atlet
atmosfer
aktif
aktivitas
asas
asasi
analisis
ambulans
anggota
balans
definisi
depot
Lanjut membaca