Berikut ini merupakan lanjutan dari penggunaan tanda baca yang benar dalam Bahasa Indonesia yang telah dibahas sebelumnya.
5. Tanda petik (“…”) digunakan antara lain untuk
a. petikan dari pembicaraan atau bahan tertulis lain
contoh: Ia berkata, “Saya akan datang.”
b. mengapit judul syair, bab, lagu, karangan
contoh: Lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan bersama.
c. mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal
contoh: Pekerjaan itu dilakukan dengan cara “coba dan ralat” saja.
d. mengapit kata atau ungkapan dengan arti khusus
contoh: Bang Ali sering disebut “pahlawan” walaupun ia sendiri tidak tahu sebabnya.
6. Tanda titik koma (;) digunakan antara lain untuk
a. memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara
contoh: Malam makin larut; pekerjaaan belum selesai.
b. Mengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik menghafal nam-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. Lanjut membaca