Penggunaan tanda baca yang benar (bagian 2)

Berikut ini merupakan lanjutan dari penggunaan tanda baca yang benar dalam Bahasa Indonesia yang telah dibahas sebelumnya.

5. Tanda petik (“…”) digunakan antara lain untuk
a. petikan dari pembicaraan atau bahan tertulis lain
contoh: Ia berkata, “Saya akan datang.”

b. mengapit judul syair, bab, lagu, karangan
contoh: Lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan bersama.

c. mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal
contoh: Pekerjaan itu dilakukan dengan cara “coba dan ralat” saja.

d. mengapit kata atau ungkapan dengan arti khusus
contoh: Bang Ali sering disebut “pahlawan” walaupun ia sendiri tidak tahu sebabnya.

6. Tanda titik koma (;) digunakan antara lain untuk

a. memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara
contoh: Malam makin larut; pekerjaaan belum selesai.

b. Mengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik menghafal nam-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran “Pilihan Pendengar”. Lanjut membaca

Penggunaan tanda baca yang benar (bagian 1)

Tanda baca dalam berbahasa terutama tulisan sangatlah penting. Apalagi dalam bahasa Indonesia, sering terjadi kesalahan penggunaan tanda baca dalam kehidupan sehari-hari. Kesalahan penggunaan tadi mengakibatkan masyarakat, teruatama siswa sekolah, menjadi bingung dan tetap melakukan kesalahan yang sama.

Berikut ini penggunaan beberapa tanda baca yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Tanda koma ( , ) digunakan untuk

a. Rincian
_______, _______, _______, dan _______.
b. Anak kalimat, induk kalimat.

c. _______, tetapi _______.
_______, melainkan _______.

d. Kesimpulan
Dengan demikian, _______
Oleh karena itu, _______

e. Aposisi
Tini, istriku, sangat marah.

f. _______, misalnya, _______

2. Tanda titik ( . ) digunakan antara lain untuk

a. memisahkan angka jam, menit, dan detik
contoh: Peristiwa itu terjadi pada pukul 01.24.20.

b. memisahkan bilangan ribuan dan kelipatannya
contoh: Desa itu berpenduduk 23.400 orang.

c. akhir kalimat berita
contoh: Marilah kita mengheningkan cipta.
Lanjut membaca